Kamis, 09 Desember 2010

pengertian piutang dan hutang

PIUTANG

Piutang : klaim dalam bentuk uang terhadap perusahaan atau perseroan.       ATAU
                klaim terhadap pihak lain, agar pihak tersebut membayar sejumlah uang / jasa  dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

Kelompok Piutang :
  1. Piutang Dagang ( Accounts Receivable )
      piutang yang berasal dari penjualan barang atau jasa
      dikelompokkan sebagai unsur Aktiva Lancar dalam Neraca
  1. Wesel Tagih ( Notes Receivable )
      Pemberian kredit kepada pelanggan  --> didukung oleh suatu dokumen kredit --> yang resmi              Wesel atau Promes (Promissory Note)
      Wesel --> janji tertulis untuk melunasi jumlah tertentu dalam jangka waktu  tertentu .
c. Piutang Lain-lain. 
Pinjaman kepada karyawan, perusahaan afiliasi, piutang bunga, piutang pajak, dll

Pengendalian Intern atas Piutang :
·               Memisahkan fungsi pegawai atau bagian yang menangani transaksi penjualan (operasi) dari “ Fungsi Akuntansi Untuk Piutang “
·               Pegawai yang menangani akuntansi piutang, harus dipisahkan dari fungsi penerimaan hasil tagihan piutang
·               Semua transaksi pemberian kredit, pemberian potongan dan penghapusan piutang, harus mendapatkan persetujuan dari pejabat yang berwenang.
·               Piutang harus dicatat dalam buku-buku tambahan piutang (Accounts Receivable Subsidiary Ledger)
·               Perusahaan harus membuat daftar piutang berdasarkan umurnya (Aging Schedule).


Penilaian dan Pelaporan
Tujuan Pelaporan : Piutang dinilai sebesar jumlah yang diharapkan dapat diterima.
Piutang-piutang yang diperkirakan tidak dapat ditagih, dicatat sebagai beban atau biaya.

PIUTANG DAGANG :
                                                Piutang Dagang                                  xxx
                                                Penyisihan piutang tak tertagih           (xxx)
                                                Piutang Dagang Neto             xxx
Metode Pencatatan :
1.      Metode Penyisihan / Metode Penghapusan  Tidak Langsung (Allowance Method)
Perusahaan menentukan jumlah piutang tak tertagih berdasarkan taksiran atau estimasi.
Metode :
a)               -->          Berdasarkan Persentase Penjualan .
                  menghitung beban piutang tak tertagih, berdasarkan % dari penjualan         kredit bersih
b)               -- >         Berdasarkan Analisis Umur Piutang (Aging Schedule)
                  masing-masing piutang dagang dianalisis dan dikelompokkan menurut        lamanya piutang tersebut beredar
      Semakin lama suatu piutang dagang masih beredar, maka semakin kecil      kemungkinannya akan tertagih.
2.      Metode Penghapusan Langsung (Direct Write-Off Method)
-->    Pencatatan  piutang tak tertagih hanya akan dilakukan apabila piutang dagang dari debitur sudah dapat dipastikan tidak akan tertagih lagi

                  Mendebet akunt    --> Beban Piutang Tak Tertagih
                  Mengkredit akunt  --> Piutang Dagang
Metode ini digunakan apabila :
a.       Perusahaan kesulitan dalam menaksir jumlah piutang tak tertagih secara wajar
b.      Sebagian besar penjualan dilakukan dengan tunai
c.       Jumlah piutang merupakan bagian yang relatif kecil dalam Aktiva Lancar
d.      Jumlah pelanggan sedikit, dan berdasarkan pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, tidak ada piutang yang tak tertagih.

PIUTANG WESEL

Piutang wesel atau wesel tagih : tagihan atau piutang yang dinyatakan secara tertulis dalam bentuk surat perintah membayar (wesel) atau surat kesanggupan membayar (promes).

Wesel (Draft atau Bill of Exchange) : Surat perintah tidak bersyarat yang dibuat oleh kreditur untuk membayar sejumlah uang tertentu, pada tanggal tertentu di masa yang akan datang kepada pihak pembuat wesel / endosi wesel.

Promes (Negotiable Promisory Notes) : Surat janji untuk membayar kepada kreditur  yang disebutkan namanya dalam promes atau endosi promes sejumlah uang tertentu pada tanggal yang telah ditentukan.

Wesel yang memiliki kekuatan hokum yang sah, apabila :
-          ditandatangani dan dibubuhkan stempel resmi perusahaan debitur.

Terjadinya piutang wesel :
·                                                               berasal dari penjualan
·                                                               berasal dari penggantian piutang dagang menjadi piutang wesel
·                                                               berasal dari  pemijaman kas oleh debitu

Jenis wesel tagih :
1.      Berdasarkan masa jatuh temponya :
·         Wesel Tagih Jangka Pendek
·         Wesel Tagih Jangka Panjang
2.      Berdasarkan ada tidaknya pembebanan bunga
·         Wesel Tagih tanpa bunga
·         Wesel Tagih Berbunga
3.      Berdasarkan bisa atau tidaknya didiskontokan
·         Wesel Tagih yang tidak dapat didiskontokan
·         Wesel Tagih yang dapat didiskontokan


 
HUTANG LANCAR

Hutang : Jml uang yang dinyatakan ataskewajiban-kewajiban perusahaan untuk menyerahkan barang atau jasa kepada pihak lain di masa yang akan datang.
Hutang     : a. Lancar
                  b.Japan
                  c.Bersyarat

I. HUTANG LANCAR (HL)
   Kewajiban-kewajiban yang akan diselesaikan pembayarannya dengan menggunakan sumber-sumber ekonomi yang diklarifikasikan sebagai antara lain :

HL --> Hutang yang jumlahnya dapat ditentukan secara pasti
            jumlah dan tanggal jatuh temponya pasti
            Co : Hutang Dagang, Hutang Wesel, Hutang Deviden, Hutang Biaya

      -->Hutang yang jumlahnya ditaksir
            Jumlahnya secara pasti tidak dapat ditentukan
            Co : Hutang Garansi, Hutang Hadiah
       -->Hutang Bersyarat
            Kewajiban-kewajiban yang kepastian akan jumlah dan tanggal jatuh temponya , kepada siapa kewajiban tersebut harus dibayar masih tergantung pada terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa-peristiwa dimasa yang akan datang   --> ada unsur ketidak pastian dalam neraca ditulis dalam bentuk catatan atau footnote.
           
·         Hutang yang jumlahnya dapat ditentukan secara pasti
      1.  Hutang Dagang
            Berasal dari transaksi pembelian barabg dagangan, bahan baku dan penolong dll                         yang diperlukan di dalam kegiatan normal perusahaan biasanya dinyatakan dengan syarat pembayaran co : 2/n, n/30
      2.  Hutang Wesel
            didukung dengan surat pengakuan hutang atau surat pernyatan kesediaan untuk membayar.
            a. Wesel Dagang
                Jml yang dijanjikan secara tertulis akan dibayar kpd pemasok brg dan jasa
            b. Wesel Pinjaman
                Utang Wesel kpd bank atau lemb.keuangan lainnya yang timbul krn adanya                                transaksi peminjaman uang
      3.  Hutang Japan yang akan jatuh tempo --> JT < 1 tahun.
      4.  Hutang Deviden
            Jml uang yang hrs dibayar oleh perusahaan kpd para pemegang sahamnya.
      5.  Pungutan utk pihak ke-3
            a. Hutang Pajak penghasilan karyawan -->  gaji dan upah
            b. Hutang Pajak pertambahan nilai
      6.  Hutang Biaya
            Ada biaya-biaya yang telah terjadi tetapi oeh perusahaan belum dibayar.
      7.  Hutang Bonus (kpd karyawan)

·         Hutang yang Jumlahnya ditaksir
         1.  Hutang Garansi
               Suatu Jaminan utk memperbaiki/melengkapi kekurangan-kekurangan akan                                   kuantitas, kualitas produksi yang dijual di dlm menjlnkan fungsinya.
               Bentuk :
               a. Perawatan Gratis
               b. Penggantian Komponen atau bagian tertentu dari unit barang yang rusak
               c. Pengembalian uang atas hrg yang dibayar.
               Metode :
-          Metode Dasar Tunai (Cash Basis)
      By. Garansi dibebankan pd saat dikeluarkan
-          Metode Dasar Akrual (Accrual Basis)
      a. Pendekatan by. Garansi (Accrual Method)
          Diperhitungkan sbg ongkos dlm periode thn buku penjualan terjadi.
      b. Pendekatan penjualan garansi (Defernal Method)
        Ada % tertentu dari harga jual yang ditangguhkan pengakuannya sebagai penghasilan sampai dengan saat terjadinya pengeluaran utk garansi atau berakhirnya masa garansi.

HUTANG JAPAN

Meliputi semua hutang atau kewajiban keuangan yang jatuh temponya lebih dari satu periode akutansi terhitung sejak tanggal laporan keuangan (neraca)

Macam-macam hutang Japan :
1.  Hutang Obligasi
2.  Hutang Wesel Japan
3.  Hutang Hipotek (Hutang Gadai)
4.  Hutang Pensiun
5.  Hutang Sewa guna Usaha


Hutang Obligasi

Srt Obligasi   --> Kontrak    -->Janji membayar sejml uang pd tgll JT yg tlh ditetapkan.
                                            -->bunga periodik dengn tgt ttt dari nominal

Diskonto        --> Obligasi dijual di bawah nilai nominal tgt bunga efektif lebih > dari     
   (Disagio)            bunga nominal.

Premium        --> Obligasi dijual di bawah nilai nominal tgt bunga efektif lebih < dari         
 (Agio)                  bunga nominal.


Tingkat Bunga Efektif (Tgt Bunga Pasar)
Tgt bunga sesungguhnya yg diperoleh para pemegang obligasi

Tingkat bunga Nominal
Tgt bunga yg tercantum dlm sertifikat Obligasi


AKUTANSI UTK PENGELUARAN OBLIGASI

1.  Obligasi dikeluarkan pd tgl pembayaran sebesar nilai nominal
2.  Obligasi dikeluarkan pd tgl pembayaran bunga denga premium atau diskonto
3.  Penjualan diantara tgl Pembyran bunga.

v   Term Bond                     : Obligasi Biasa
v   Serial Bond                    : Obligasi berseri
v   Debeture Bond              : Obligasi yang tidak dijamin
v   Collateral Bond              : Obligasi yang dijamin dengan saham
v   Convertible Bond          : Obligasi yang dapat ditukar dengan sekuritas
v   Caollable Bond              : Obligasi yg dilunas sebelum JT.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar